marah suntikkan bisa dalam lorong darah,
kebaskan perasaan, longgarkan pemikiran.
kita mula perjudikan hubungan,
dengan tengking tengkar dan lonjakan suara,
mengira salah aku dan kemudian engkau,
menuding jari, membida ego,
bertaruh sampai satu akan menang.
yang kalah,
selalunya mengalah,
namun mula menabung dendam,
tunggu sampai melimpah,
sampai jasad tak tertahan.
luahkan kemudian berjalan,
kalau hakiki yang diluah tak mengapa,
bagaimana kalau bukan?
mudah.
ludah dan tamatkan.
dengar cakap aku,
perkongsian perasaan itu penting bagi dua jiwa.
meluah rasa itu elok buat si benak jiwa.
memendam itu benar racun yang paling bisa.
jadi tolong percaya apa aku kata.
*** puisi ini memang benar busur panah yang aku tuju pada jiwa seseorang - sekadar menjawab jika benar hati kau persoal ***
08072012:0140
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 ngomel:
Post a Comment